Kamis, 30 Mei 2013

Makan Ramen Khalal

0 komentar

Nuansa Ramen Kaki Lima di Surabaya...


Siapa yang tidak tahu rameen? Pasti sudah tahu semua kan....
TAPI sudah tahu belum kedai Mie Ramen yang dijamin 100% Khalal di Surabaya???
Terus selain Khalal, dia juga Enak dan MURAH pastinyaa, ada yang tahu??

Jika belum tahu, saya kasih tahu deh, dan nama kedai Ramen yang saya maksud adalah......


JIRAIYA RAMEN!!


maaf foto diambil dlm keadaan tidak baik
Yup!! inilah Kedai yang saya maksud, 100% Khalal, No pork! bagi kita yang muslim, tidak perlu khawatir, untuk Ramen ada 3 jenis pilihan, antara lain adalah  :
- Mie Ramen Chicken
- Mie Ramen Beef Teriyaki dan 
- Mie Ramen Seafood

Dan porsinya sendiri sih JUMBO hehehe

saya baru pernah mencicipi  Ramen Seafood dan Teriyaki, belum sempat mencoba yang Chicken,  untuk yang Ramen Beef Teriyaki hmmmm.... Bumbu Teriyakinya itu Oishiii banget, dan untuk Beef nya sih lumayan empuk (belum empuk banget sih), but no problem -  it totally delicious!!!!! kalau Ramen Seafood nya sih bumbunya kurang terasa seafoodnya, karena  isi seafoodnya kurang, saya menemukan 1biji udang tepung, semacam bakso yang tidak seperti bakso rasanya (entahlah itu apa) sempat saya kira itu telur puyuh hahaha, kemudian ada seperti daging kepiting, dipotong segi empat memanjang, dan warnanya mirip banget seperti daging kepiting ketika direbus, bagian atas orange ke merah-merahan, dan dibagian bawah nya putih, tapi begitu di gigit, tidak terasa seperti daging kepiting (saya tidak tahu itu apa "lagi"), kemudian tidak lupa telor rebus + Nori yang siap disantap disetiap farian.
Harganya sendiri sih antara Rp. 11,000 - Rp. 15,000 saja, harga segini sih sudah lumayan murah lah kalau dibandingkan dengan Ramen yang di Restaurant2.



 Ramen Chicken, foto diambil dari psenan temen sebelah
Untuk minumannya, saya tidak begitu hafal, tapi minuman yang pernah saya pesan adalah : 
-  Milk Tea latte
-  Cappucino Milk latte
- Ubi ungu (Lupa nama yang bener di daftar menunya apa, yang jelas minuman itu terbuat dari ubi)

Rasanya Enak dan Maniiisssss, semanis Mas nya yang bikin hahahahha......
tapi beneran lho, Milk tea nya itu terasa banget susu dan Teh nya (ini menurutku yang suka manis sih, tapi bagi yang kurang suka, mungkin kurang cocok juga), Ice Ubi nya juga seger dan enak (recomended), Capuccino enak juga. Dan harga ke 3 minuman hanya @Rp. 5000,- saja.



bad captured, yg penting terlihat Khalalnya
Jiraiya Ramen Dulu dan Sekarang :

              tuh kan Khalal --->       
Dulu:
- Pertama kali kesini , cuma ada tempat masak (apa ya namanya?) saja, dan tempat makannya sendiri masih jadi satu sama tempat masaknya.
- Pelayanannya Luamaaaa setengah gerah!!! Berdiri pula (karena tempat duduknya kurang), jadi waktu itu saya sempat memesan terlebih dahulu sekitar tepat jam mereka pas buka, mungkin sekitar jam 6sore, kemudian setelah teman-teman saya datang sekitar jam 19:30, pesanan yang saya pesan pun belum kunjung ready to ate, so nunggulah kami beberapa menit lagi.


Sekarang:
- Untuk yang kedua kalinya, Horeee...... sekarang sudah ada meja tambahan yang lumayan panjang, dan ada beberapa meja lipat segiempat yang kecil, tempat duduknya juga banyak. syukurlah kita mengantri tidak perlu berdiri lagi.
- Pelayanannya??? kali ini lumayan cepat DAN ada nomer antriannya juga lhoooo - oh iya.. ada Kertas Ordernya juga, jadi kita tinggal menulis nomer antrian kita di kertas tersebut, tidak perlu menulis menu apa yang ingin kita pesan, karena di Kertas Order sudah ada daftar menunya "lengkap", jadi kita tinggal mengisi berapa jumlah makanan atau minuman yang ingin kita pesan "sudah disediakan kolom di setiap list menunya".


Tuh masih ttp ramai kan??
Yang tidak berubah dari Jiraya Ramen Dulu dan Sekarang adalah:
- Pembelinya yang Ruameee bangetttt
- Dan Mas-Mas penjualnya yang imutnya luar biasa (sedikit lebay, supaya kalau kebetulan mas nya baca ulasan ini jadi senyum-senyum sendiri dan tambah semangat menggodok mie nya.)






pasukan ELITE maka

Jl. Diponegoro  - Surabaya
Di Tenant ALFAMart
(sebelah kiri AlfaMart, dan Disamping Kanan Optik Melawai)





Jumat, 24 Mei 2013

Pulau Madura dan Bebek Sinjay

0 komentar


Jelajahi Pulau Garam "M A D U R A"


Siang hari di tempat kerja,..... dan Chatting dengan teman kantor pusat, kira-kira begini percakapan kami:

Teman : "Ta, ayo jalan-jalan..." (menyambung percakapan dari beberapa bulan yang lalu)
Saya    : "Halah omong doang! dari bulan lalu ga berangkat-berangkat"

Teman : "Lho berangkat ini, Bebek Jijay piye?"
Saya    : "Mantap aja lah kalau saya maaah....."
              "Kapan??" (saya melanjutkan)

Teman : "Minggu ya tgl. 7 april ya?"
Saya    : "BERANGKAT"

---------------------------------------------------------------------------------------------


Well... itulah awal dari Penjelajahan kami ke Pulau garam MADURA !!!!!!

Pukul 7:30 Wib, berangkatlah kami ke pulau Madura dengan menyebrangi jembatan terpanjang di indonesia saat ini yang  panjangnya -/+ 5.438 m, Yup!!! jembatan Suramadu, jemabatan ini diresmikan oleh bapak Susilo Bambang yudoyono pada tgl 10 Juni 2009.

Suramadu pagi hari

Kami membayar biaya Masuk Tol Jembatan Suramadu sebesar 30ribu rupiah, waktu itu kami berangkat tepat saat tanggalan berwarna merah, kalau tanggal warna hitam sih belum tahu berapa harganya hehehe..





OK!! dari gerbang pintu tol suramadu, dan kamipun langsuuung membelah lautan dan berlabuh di kota Bangkalan , begitu kita sampai di kaki suramadu di kota bangkalan ini, para pengunjung sudah di suguhkan dengan begitu -banyaknya kios-kios yang berjajar di sepanjang jalan, ada yang jual jajanan khas pulau madura, pernak-pernik mulai dari pecut dan jarang kepang ada disana haha.......




Bebek Sinjay


Tampak dari depan rumah makan

Hmmm.... Nikmat kan???? 

Kalau jalan-jalan ke Madura, tidak lengkap rasanya jika tidak mencicipi panganan khas dari kota bangkalan ini yaitu Bebek sinjay, namanya saja sudah sangat tersohor di seantero jawa timur (lebay), karena tidak sedikit warga dari luar pulau madura yang tidak sungkan berbondong-bondong untuk mencicipi kenikmatannya, ada yang dari surabaya, sidoarjo, malang dll (saya lihat dari plat nomer kendaraan saat berkunjung kesana).



Katanya: 

-Bebek sinjay ini terkenal dengan antiran pemesanannya yang laaaama nya minta disko (sampai-sampai, sebelum saya kesini , saya sempat mikir, males bangettt buat antrinya, apalagi kalau pas kita antri, dan pas banget bebeknya habis, oh migot, bisa serangan jantung nih)


Faktanya

-Saya tidak menunggu selama yang saya bayangkan untuk mengantri memesan, tidak lebih dari 5menit saya rasa, dan pesananpun segera diantar kemeja yg sudah kami hinggapi.


Harga: 

-Untuk satu porsi bebek sinjay di patok harga sebesar 20rb rupiah (makan ditempat).
-dan untuk satu porsi bebek sinjay di bawa pulang (bungkus) dipatok harga sebesar 16rb rupiah.





Selamat datang di kota Sampang





Sampang! kota seribu masjid, kenapa saya bilang begitu???

karena disepanjang kami berkendara di kota ini, di setiap KM nya pasti terdapat sebuat masjid yang besar dan sangat bagus-bagus, tetapi tidak sedikit pula yang masih dalam keadaan pembangunan, dan karena alasan ini lah dibeberapa sudut jalan kota sampang yang terdapat masjid yang belum jadi, pasti ada beberapa orang yang berjajar di tepian jalan untuk meminta bantuan, sekiranya ada yang ingin beramal untuk pembangunan masjid tersebut, para pengendara cukup memasukkan uang ke dalam baki atau timba yang mereka bawa.



Pantai Camplong - Sampang



Tidak sesuai yang saya bayangkan!!!! itulah pendapat saya ketikan saya sampai di pantai ini, memang cukup murah, bahkan sangat murah untuk kita bisa masuk kedalam lokasi pantainya, saya lupa kira-kira berapa harga tiket masuknya, tapi yang saya ingat adalah biaya masuk kami (3orang dewasa dan 3orang child) + parkir mobil sebesar 18rb rupiah. Lokasinya sendiri disebelah hotel camplong, bahkan kami sempat kebingungan untuk mencari pintu masuknya, dan kejauhanlah kami beberapa km dari pantai camplong hahaha................





Fasilitas :

-Masjid
-Restaurant
-Mainan anak-anak (cuma sedikit, bahkan kalau bisa saya bilang sih cuma ada beberapa ayunan saja)
-Penyewaan perahu untuk menikmati dermaga ditengah laut... (bisa ditawar untuk harga sewa perahunya)



Fakta : 

-dipinggir pantai begitu banyak sampah :(, sangat disayangkan sekali memang, andai saja agak sedikit bersih, pasti akan tampak jauh lebih bagus.


ketika kami hendak ingin melanjutkan ke tempat wisata berikutnya, ternyata oh ternyata jauh sekali tempat wisatanya dari kota sampang, sebenarnya kami ingin menikmati indahnya air terjun toroan, tapi karena kejauhan dan waktu kami yang begitu sangat terbatas, maka kami putuskan untuk membatalkannya dan mencari tempat wisata yang dekat dari pusat kota sampang, kami pun menemukannya setelah kembali melihat papan jalan yang menunjukkan beberapa tempat wisata di kota tersebut.



Goa lebar.. - entah goanya seperti apa, tapi yang jelas goa ini ada patung hulk nya, jarak dari pusat kota sampang pun tidak terlalu jauh, hanya 1km saja. kami putuskan untuk mengunjungi goa tersebut dengan semangat membara, berkobar-kobar ga karu-karuan. setengah perjalanan pun dilalaui, tetapi tidak ada tanda-tanda papan jalan yang menunjukkan dimana arah goa itu berada, dengan tampang lesu dan sedikit pucat akhirnya kami putuskan untuk bertanya ke penduduk setempat.



Fakta : 

-Jalan masuk goa ini ternyata adalah dengan melewati sebuah gang kecil yang tidak cukup untuk dilintasi dengan mobil, jalan gangnya pun menanjak (baru pertama kali ini melihat tempat wisata dengan akses ke objek wisatanya begitu membingungkan dan mengejutkan)
-hanya ada satu papan penunjuk arah ke wisata goa lebar, setelah itu tidak ada lagi! (itulah yang membuat kami kebingungan)



akhirnya kami membatalkan untuk berkunjung ke dua tempat wisata tersebt dan memutuskan untuk kembali ke Surabaya.


Matahari sore pun tiba, dan kamipun merasa begitu lapar, akhirnya kami putuskan untuk makan di kota bangkalan, tepatnya di kios-kios di kaki jembatan suramadu tadi, kami memesan sate ayam dan sup kikil, satenya gede-gede, sup kikilnya Ennnaaak banget (kata teman yang pesen sih gitu), dan yang perlu di ingat adalah nasi nya itu lho enak banget, punel dan gimana yaa menggambarkannya, dari bebek sinjay sampai sate ayam, nasinya enak, mungkin itu ya kelebihan dari orang-orang madura dalam mengolah nasi.

demikianlah perjalanan kami menjelajah kota bangkalan dan sampang.

















You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Blogger templates

Search This Blog